~
Loading...

BPBD Cilacap Rekap Kerusakan Gempa

0 komentar
Cilacap - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, masih mendata kerusakan rumah dan bangunan akibat gempa, kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Cilacap Tri Komara Sidhy.

"Berdasarkan laporan sementara yang kami terima hingga pukul 08.30 WIB, tercatat sebanyak tiga rumah roboh, delapan rumah rusak ringan, satu rumah rusak ringan, dan dua kios pasar roboh. Data kemungkinan masih akan berkembang karena pendataan masih berlangsung," katanya di Cilacap, Sabtu.
Ia mengatakan pihaknya masih merekap data kerusakan yang dilaporkan setiap desa dengan data hasil pengecekan lapangan yang dilaksanakan oleh Unit Pelaksana Teknis BPBD di empat wilayah, yakni Cilacap, Sidareja, Majenang, dan Kroya.
"Masih kami rekap. Kami belum berani informasikan semua karena khawatir ada selisih data," tegasnya.
Ia mengatakan gempa berkekuatan 6,9 SR yang terjadi pada hari Jumat (15/12), pukul 23.47 WIB, tidak mengakibatkan korban jiwa.
Menurut dia, warga Cilacap yang sempat melakukan evakuasi secara mandiri ke lokasi yang tinggi dan jauh dari pantai, saat sekarang telah kembali ke rumah masing-masing.
Dalam kesempatan terpisah, Koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Cilacap Fatchurrohman mengatakan berdasarkan pendataan sementara yang dilakukan oleh personel Tagana di setiap kecamatan hingga pukul 10.00 WIB tercatat sebanyak 40 rumah dan bangunan yang rusak akibat gempa.
"Jumlah rumah yang roboh cukup banyak. Bangunan yang rusak terdiri atas kios pasar, pagar tembok, dan gedung sekolah, salah satunya SDN Cimanggu 2 yang mengalami retak-retak pada dinding tetapi tidak roboh," katanya.

Oleh: / FMB | Sabtu, 16 Desember 2017 | 11:13 WIB

Read More »

Pegiat Literasi Dorong Literasi Digital Masuk Kurikulum Pendidikan

0 komentar
Di tengah pertumbuhan teknologi internet dan perkembangan sosial media yang massif, penting untuk mengkampanyekan literasi digital.
Hal ini, menjadi kesepakatan lintas institusi, dalam diskusi "Literasi Digital untuk Masa Depan Generasi Milenial", yang dihelat di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, pada Selasa malam (12/12/2017).
Diskusi yang diselenggarakan Pustekkom Kemdibud bekerjasama dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), yang dimoderatori Munawir Aziz (periset, LTN PBNU) dihadiri oleh pakar dan praktisi digital.
Di antaranya, Alois Wisnuhardana (Kantor Staf Presiden/KSP Bidang Informasi), Hasan Chabibie (Pustekkom Kemdikbud), Ubaidillah Sadewa (Komisioner KPI), Dani (Telkom) dan Hamzah Sahal (RMI PBNU).
A. Wisnuhardana menyampaikan bagaimana pentingnya literasi digital untuk menyehatkan komunikasi antar warga di media sosial.
"Saat ini, teknologi internet dan media sosial memiliki peran signifikan. Ironisnya, masih banyak hoax dan konten-konten yang negatif. Kita harus bergerak bersama, menyingkirkan konten-konten sampah, lalu memproduksi konten-konten kreatif dan inspiratif untuk menyegarkan kembali media sosial dan media digital kita," ungkap Wisnu.
Pegiat Literasi Dorong Literasi Digital Masuk Kurikulum Pendidikan (Literasi Digital)
Dalam diskusi ini, Wisnu menyampaikan bahwa pemerintah sangat serius mendorong transformasi digital.
"Presiden Joko Widodo serius dengan transformasi digital, untuk mendorong industri kreatif. Generasi milenial diharapkan melahirkan kreator yang mampu menginspirasi Indonesia dan dunia, dengan start-up dan unicorn bisnis yang membantu menjawab kebutuhan publik," jelas Wisnu.
Hasan Chabibie, Pustekkom Kemdikbdud, menawarkan strategi literasi digital dan kampanye kreatif media sosial.
"Literasi digital penting agar warga Indonesia, khususnya generasi milenial, barisan generasi mudanya tumbuh dalam suasana media digital yang kondusif, jauh dari kebencian. Saat ini, ketika diskusi-diskusi tentang cerdas bermedia sosial telah massif, bagaimana mencreate isu ini menjadi kepentingan bersama? Bagaimana cara sinergi dan bergerak bersama-sama, lintaHasan mendorong, literasi digital menjadi isu bersama, yang dikawal pemerintah, ormas dan komunitas, untuk membuka ruang kreatifitas dengan teknologi digital.
Komisioner KPI, Ubaidillah Sadewa, berharap literasi digital menjadi isu bersama.
"Sekarang ini, generasi muda harus didorong untuk kreatif dan produktif di media sosial. Perdebatan dan sengketa di ruang digital, tidak menarik bagi anak muda. Mereka tertantang dengan kreatifitas, dan kompetisi ide yang mendorong eksistensi dan kemandirian finansial," ungkapnya.s institusi?" ungkapnya.
Pengurus Rabithah Ma'ahid Islamiyyah (RMI-NU), Hamzah Sahal mengusulkan pentingnya literasi digital masuk ke kurikulum.
"Saya kira harus ada adab, etika bermedia sosial. Apakah ini mungkin masuk ke kurikulum pendidikan kita? Sangat mungkin, karena ini strategis," jelas Hamzah, yang juga founder alif.ID.
Diskusi Literasi Digital ini diakhiri dengan kesepakatan sinergi antarpihak, dari KSP, Pustekkom Kemdikbud, KPI, dan RMI-PBNU untuk bersama mengkampanyekan literasi di ranah digital.
Juga, dorongan untuk memasukkan Literasi Digital dalam kurikulum pendidikan, baik di pendidikan dasar, menengah maupun pendidikan tinggi.
Kampanye literasi digital membuka ruang kreatifitas yang lebih luas di ranah digital dan media sosial, serta menginspirasi generasi milenial untuk konsisten berkarya.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA 


Read More »

Lunturnya Budaya Jawa dan adat istiadat

0 komentar
Budaya atau kita kenal dengan kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) atau diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi, dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan dikenal culture, dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Budaya merupakan nilai luhur yang didalamnya terdapat suatu aturan atau tatanan dalam berkehidupan. Karena budaya mempengaruhi perilaku masyarakat dalam bertindak dalam bentuk adat istiadat. Sebuah konvensi hukum yang tak jelas perumusanya dan kapan di rumuskanya tetapi di sepakati sebagai alat kontrol dalam bertindak. Di sinilah gambaran sedikit tentang peranan budaya dalam kehidupan bermasyarakat, bila lebih luas kita jabarkan tentang budaya kaitanya dengan negara tentu saja budaya mempunyai peranan penting akan hal ini, yaitu sebagai pembentuk, penata atau pembentukan mental dan karakteristik suatu negara.
“bagaimana suatu daerah kehilangan buaya atau kebudayaan?” Dinegara kita banyak sekali budaya yang dimiliki suatu suku bangsa yang membentang dari sabang sampai merauke dimana setiap suku bangsa memiliki tata aturan dan adat istiadat yang berbeda beda. Di Jawa misalnya, budaya jawa dengan beragam adat istiadat, aturan aturan yang dimilikinya yang sama sekali tidak boleh ada seorangpun yang menentangnya.
Budaya jawa sangat kental dengan kesyarakatannya sampai hal hal yang bersifat kepercayaan, religi atau hal lain yang dibentuk dari metoda kerja sama.

Namun semua itu semakin  menurun atau boleh dikatakan menurun drastis dari budaya saat itu, boleh dikatakan hal ini disebabkan oleh masuknya budaya luar yang sangat mempengaruhi kerkembangannya. Alat komunikasi seperti HP, Android yang bisa mengirim gambar dan kalimat dengan bahasa yang kebarat-baratan sangatlah berpengaruh atau menutup perkembangan budaya jawa. Sehingga budaya jawa semakin luntur. Sejalan dari hal itu sangatlah mungkin untuk merubah mindset atau pola pikir masyarakat jawa seperti lemahnya rasa toleransi, tata krama atau sopan santun bahkan semakin berkurannya nilai nilai silaturahni. Bahkan masyarakat jawa pada tingkat sekarang ini cenderung kebarat baratan, anak-anak semakin berkurang rasa sopan santun, pergaulan yang sulit dikendalikan bahkan cenderung liar atau bebas, para remaja memapai anting, rambut di cat bahkan para remaja putri sekarang lebih menyukai pakaian ketat atau memakai celana diatas lutut. Dengan adanya hal seperti ini siapa yang disalahkan? Atau mungkin mempunya cara sendiri untuk mencintai bangsanya sendiri sehingga hal hal yang bertentangan dengan norma susila menjadikan suatu budaya.

Read More »

Cilacap Optimis Bisa Raih Adipura

0 komentar

CILACAP-Bupati Cilacap H Tatto Suwarto Pamuji menginginkan agar kota Cilacap bisa mempertahankan piala Adipura. Sebab piala Adipura yang menjadi predikat kota yang bersih sangat membantu Cilacap sebagai pusat pengembangan Kabupaten Cilacap. Menurut dia, jika kota Cilacap mampu meraih predikat kota terbersih, dapat memotivasi seluruh kota-kota kecamatan di Kabupaten Cilacap. Dia meminta kepada seluruh dinas terkait untuk terus melakukan upaya – upaya menjaga kebersihan di seluruh kota

“Namun keberhasilan meraih Adipura itu juga tidak lepas dariperan masyarakat kota Cilacap dalam menjaga kebersihan dilingkungan masing-masing,”tandas dia. Orang nomor satu di jajaran Pemkab Cilacap itu mengatakan, warga Kota Cilacap sangat peduli terhadap kebersihan. Sebab masyarakat kota Cilacap merupakan masyarakat yang sadar akan pentingnya kebersihan, bukan saja untuk pencegahan penyakit namun juga soal keindahan kota. “Soal keindahan kota sekarang ini masyarakat kota Cilacap sedang sangat peduli, sehingga kami yakin semangat untuk meraih Adipura juga sama,”kata dia. Tatto juga optimis jika semua stakeholder yang ada di Cilacap mempunyai visi yang sama soal kota Cilacap yang bersih, sehingga tugas untuk meraih piala Adipura lagi bagi kota Cilacap akan menjadi lebih ringan. Meski begitu dia mengakui, untuk memenuhi syarat sebagai kota yang bersih dan berhak meraih Adipura bukan tugas yang ringan. “Asalkan semua bergerak seperti tahun lalu pasti bisa meraih kembali piala adipura. (yan)


Copyright © Radarbanyumas.co.id



Read More »